CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selasa, 18 November 2008

Lampung Post

Surat kabar Lampung Post hampir seusia Provinsi Lampung. Lampung resmi menjadi Provinsi setelah memekarkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor: 3 Tahun 1964 tanggal 18 Maret 1964 (Titian Pers Lampung, Etos Perjuangan di Tanah Tapis, 1996: 3). Lampung Post berdiri berkat imbauan Menteri Penerangan Republik Indonesia. Pada waktu itu, tiga surat kabar yang terbit di Lampung, Pusiban, Indevenden, dan Post Ekonomi, belum memiliki percetakan sendiri dan belum mempunyai manajemen yang profesional dalam mengelola persuratkabaran. Untuk menidaklanjuti imbauan Menteri, para pemimpin redaksi dari ketiga surat kabar tersebut sepakat menyatukan visi dan misi mereka ke dalam satu wadah yang bernama Lampung Post.
Lampung Post terbit pertama kali pada tanggal 10 Agustus 1974, berdasarkan surat keputusan MENPEN RI No: 0148 SK DIRJEN P 6 SIT 1974. Lampung Post diterbitkan oleh PT Masa Kini Mandiri dengan Surat Izin Usaha Penerbitan (SIUP) nomor 150/SK/Men Pen/SIUP/a 7/1986. Alamat redaksi Lampung Post di Jalan Soekarno Hatta nomor 108, Rajabasa, Bandarlampung.
Dengan mottonya, “Dinamika Masyarakat Lampung”, Lampung Post berkeinginan untuk menjadi surat kabar terdepan yang jujur, jernih, bermutu, dan paling berpengaruh di Provinsi Lampung. Oleh sebab itu, Lampung Post sejak awal berdiri sampai sekarang mengalami banyak perubahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Lampung Post telah mengalami tiga fase perubahan. Periode 1974--1988 merupakan awal masa berdirinya Lampung Post. Pengolahan data pada periode ini masih mengalami banyak kekurangan. Sistem yang digunakan masih sangat sederhana mengakibatkan Lampung Post sering terlambat sampai ke tangan pembaca. Meskipun demikian, pada periode ini Lampung Post telah mampu terbit dengan 10.000 eksemplar perhari. Sistem pengarsipan data masih dilakukan secara analog, yaitu dengan mengumpulkan data menjadi satu dan disimpan dalam satu ruangan.
Pada periode kedua, 1988--1991, profesionalitas penerbitan sudah mulai muncul, ditandai dengan penambahan pada perangkat percetakan. Penggunaan perangkat komputer sebagai sarana bantu untuk mengolah data berita yang ada. Meskipun jumlah perangkat komputer yang sangat minim (10 buah), penyusunan tampilan surat kabar sudah mulai baik. Hal itu dibuktikan dengan ketepatan sampainya surat kabar ke tangan pembaca dan semakin baik tulisan yang diterbitkan. Jumlah surat kabar yang tercetak pada periode ini sudah mencapai 20.000 eksemplar perhari. Sistem pengarsipan data sebagian sudah dilakukan secara digital, yaitu disimpan dalam disket.
Periode ketiga, 1991—sekarang, dapat dikatakan bahwa Lampung Post sudah dapat mengelola persuratkabaran dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan kepercayaan masyarakat dalam memilih berita yang berkualitas telah disajikan oleh koran Lampung Post. Dukungan 100 unit komputer, belum termasuk yang ada di kantor cabang daerah tersambung secara LAN serta didukung oleh perangkat komunikasi yang canggih sehingga proses pencarian berita luar negeri dan dalam negeri, informasi dari daerah kepusat dapat dikirim dengan cepat. Dengan dukungan perangkat teknologi tersebut, harian umum Lampung Post dapat melayani masyarakat menjadi lebih baik.
Saat ini, PT Masa Kini Mandiri telah mampu memproduksi surat kabar 30.000 eksemplar per harinya dengan 20 halaman dan terbit tujuh kali seminggu. Harian umum Lampung Post juga melayani percetakan dari luar perusahaan, seperti Dipasena dan Sumatra Post. Sistem pengarsipan sudah lebih baik dibandingkan periode-periode sebelumnya, data disimpan dalam bentuk digital dalam komputer pusat (computer server) sehingga dapat diolah bersama-sama oleh masing-masing pengguna (user) yang telah memiliki hak akses.
Lampung Post menyuguhkan berbagai macam berita. Berita aktual atau terkini yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung dan berita-berita mengenai peristiwa penting terjadi di luar negeri sering menghiasi wajah berita utama (Headlines). Lampung Post juga memuat berbagai macam peristiwa yang disampaikan masyarakat melalui SMS (Short Message Service). Rubrik ini dilabeli dengan rubrik “Bandarlampung”. Opini masyarakat tentang berbagai macam hal, terutama permasalahan aktual yang sedang hangat dibicarakan, secara khusus dimasukkan ke dalam rubrik “Opini”. Tidak hanya peristiwa politik, kriminal, atau pun ekonomi yang dimuat oleh Lampung Post, berita olahraga, hiburan, pariwara hingga sastra juga menghiasi halaman Lampung Post.
Meskipun muatan sastra di Lampung Post tidak hadir setiap hari, sastra secara konsisten setiap minggu dimuat dalam rubrik “Seni dan Budaya” sejak Lampung Post berdiri. Setiap karya yang masuk ke dewan redaksi Lampung Post tidak serta-merta dapat menghiasi rubrik “Seni dan Budaya” dengan mudah. Penyeleksian ini dilakukan oleh dewan redaksi Lampung Post agar pembaca dapat menikmati sajian karya sastra yang bermutu.
Dengan pemuatan karya sastra dari penyair, Lampung Post dengan sendirinya ikut memajukan perkembangan sastra sekaligus memopulerkan dan mengenalkan orang-orang yang bergelut di bidang sastra (sastrawan). Tokoh-tokoh sastrawan Lampung seperti Isbedy Stiawan ZS, Saiful Irbatanpaka, A.M. Zulkarnain, Iswadi Pratama, Ahmad Rich, Cristian Heru Cahyo, Ahmad Julden Erwin, R.A. Chepy, Naim Emel Prahana, Panji Utama, Ivan Sumantri Bonang, Jimmy Maruli Alfian, Ari Pahala Hutabarat, Inggit Putria Marga, Imas Sobariah, Nersalya Renata, Lupita Lukman, Eliza Purwanti, Budi Hutasuhut, Arman AZ., Dina Oktaviani, dan Y Wibowo, mampu menunjukkan gigi ke ajang nasional tentang hiruk pikuk sastra Lampung melalui Lampung Post. Mereka berkarier di dunia sastra menggunakan sarana koran untuk menyampaikan pesan-pesan dalam karya, seperti puisi, cerpen, esai, dan teater.
Di rubrik “Seni dan Budaya” tidak hanya menampilkan aktivitas sastra saja. Aktivitas seni tari, seni rupa, dan teater sering juga menghiasi rubrik tersebut. Komunitas-komunitas sastra yang ada di Lampung, seperti Teater Satu, Kober, Sekolah Kebudayaan Lampung (SKL), dan komunitas teater kampus juga otomatis terangkat dengan pemberitaan dalam rubrik ini.
Beberapa berita kesastraan yang pernah dimuat Lampung Post antara lain.
1. Cerpen karya Syaiful Irbatanpaka berjudul “Sandal Jepit” dimuat pada 10 Juli 1989.
2. Cerpen karya Syaiful Irbatanpaka berjudul “Helma” dimuat pada 14 Agustus 1989.
3. Cerpen karya Assaroeddin Malik Zulqornain Ch berjudul “Semanda” dimuat pada 26 Januari 1991.
4. Cerpen karya Syaiful Irbatanpaka yang berjudul “Potret Perjalanan Diah” dimuat pada 13 Juni 1993.
5. Cerpen karya Assaroeddin Malik Zulqornain Ch berjudul “Sampah Akhir Tahun” dimuat pada 31 Desember 1995.
6. Esai Edy Samudra Kertagama berjudul “Makyong: Cermin Umum Teater Rakyat” dimuat pada 27 November 1996.
7. Cerpen karya Assaroeddin Malik Zulqornain Ch berjudul “Palu Pamansrun” dimuat pada 29 April 2001.
8. Sajak-sajak Syaiful Irbatanpaka berjudul “Kampung Halaman Setengah Malam”, “Interior Malam”, “Antene Kesunyian”, “Namaku Tragedi”, dan “Parabola Ikan Asin” dimuat pada 29 September 2002.
9. Cerpen karya Assaroeddin Malik Zulqornain Ch berjudul “Astiga” dimuat pada 9 Maret 2003.
10. Cerpen karya Soeprijadi Tomodihardjo berjudul “Ebola” dimuat pada 14 Agustus 2005.
11. Cerpen karya Isbedy Stiawan ZS yang berjudul “Pasien Terakhir” dimuat pada 28 Agustus 2005.
12. Sajak-sajak “Amir Ramadhani” dimuat pada 4 September 2005.
13. Cerpen karya Warman P. berjudul “Telanjang” dimuat pada 4 September 2005.
14. Esai karya M. Arman AZ berjudul “Fiksi Epik Fantasi ala Indonesia” dimuat pada 15 Januari 2005. M Arman AZ, mengomentari tentang novel karya Mama Piyo berjudul Pinissi, Petualangan Orang-orang Setinggi Lutut.
15. Cerpen karya Budi P. Hatees berjudul “Sebambangan” dimuat pada 29 Mei 2005.
16. Esai karya Rudi Rofandi Utama berjudul “Menafsir Ulang Kebudayaan Lampung dalam Sastra” dimuat pada 12 Juni 2005. Esai ini mengkritik cerpen “Sebambangan” karya Budi P. Hatees.

Struktur Manajemen Lampung Post Tahun 2006
Pemimpin umum : Bambang Eka Wijaya.
Pemimpin Redaksi : Ade Alawi.
Wakil pemimpin redaksi : Sabam Sinaga.
Pemimpin perusahaan : Sukamto Kusnadi.
Dewan redaksi Media Grup : Toeti Adhitama (Ketua), Djafar H. Assegaf, Saur Hutabarat, Andy F. Noya, Laurens Tato, Elman Saragih, Djadjat Sudradjat, Rerie L. Moerdijat, Jeanette Sudjunadi, Bambang Eka Wijaya, Sugeng Suparwoto, Usman Hasan, Ade Alawi.
Penelitian dan pengembangan: Hery Wardoyo (Kepala), Hesma Eryani (asisten kepala).
Asisten redaktur pelaksana : Iskandar Zulkarnain, Iskak Susanto.
Redaktur : Rachmat Sudirman, Alhuda Muhajirin, Sri Agustina, Dadang Saputra, Budi Hutasuhut, Ikhwanuddin, Amiruddin Sormin, Wiwik Hastuti, Sudarmono, Heru Zulkarnain, Zulkarnain Zubairi.
Asisten Redaktur : Ibram Haril Tarmizi, Aris Susanto, Widodo, Trihadi Joko, Umar Bakti, Yunita Safitri.
Sekretaris redaksi : M. Natsir.
Artistik : Aris Munandar, Sumaryono, dan Ferial.
Diretur Utama Penerbit : Rerie L. Moerdiyat
Direktur : Ana Wijaya
Asisten pemimpin perusahaan operasional : Kholid Lubis
Asisten pemimpin perusahaan marketing : Syarifudin
Account Executive iklan : Karyati, Lisma, Lina, Mega, Oki Haray, Ririn, dan Rini
Kabag keuangan : Rosmawati Harahap.

0 komentar: